Kerjakan Yang Bukan Pekerjaanmu

Semua yang dibilang di dalam berbagai portal tentang menulis sepertinya memang betul.

Dan aku merasakannya.

Awal desember kemarin, saat umur ini genap seperempat abad (25tahun) aku berjanji pada diriku sebisa mungkin akan menulis di blog setidaknya seminggu sekali. Tapi apa daya, selain kesibukan kerja (mungkin hanya alasan), dan jarang bertemu orang baru untuk mencuri cerita mereka yang kemudian aku bagikan di sini, semangat menulis memang tak data.g setiap hari.

Jari ini sudah gatal ingin menulis, ide pun bersemayam di bagian dalam otak. Tapi apa daya, selalu ada hal yang membuat semangat untuk menghidupkan laptop dan menulis padam. Surut seketika.

Akhirnya, kamis lalu di kantor ada monthly meeting. Dan cerita ini aku curi dari CEO ku. Thanks bos!

Usia memang tidak menentukan kedewasaan, keahlian, bahkan kesuksesan seseorang. Tau KFC? Si Bapa rambut putih penemu racikan ayam goreng yang kulit ayamnya bisa bikin persahabatan putus juga menemukan racikannya yang kini sudah tersebar di seluruh planet bumi mungkin, pada usianya yang tak lagi muda. 60 tahun lebih.

CEO ku memang tak bisa dibilang tua. Belum genap umurnya 30tahun, bahkan adiknya yang kini menjadi supervisor ku terpaut setahun lebih muda dariku. Wow!
Bekerja di perusahaan teknologi dunia yang mengguritai banyak unit bisnis memang adalah sebuah kebanggaan dan harapan banyak orang. Terutama kaum millenials.
Bayangkan! CEO-ku hengkang dari perusahaan sebesar Google!! Tak lebih dari 5 tahun ia bekerja di sana.

124979-848cf15a-99f7-4a5b-b256-7658b9bcb6bf-alanjensen_google_mg_3457-original-1395087290
Google Office |source:officesnapshots.com

Dan berdasarkan ceritanya, saat ia di perusahaan mesin pencari dunia itu, prestasinya juga tak bisa dipandang sebelah mata. Sifat kompetitif, dan keseriusanya dalam bekerja mengantarnya selau menjadi nomor wahid dalam klasmen salesman of the month di sana (Atau begitulah yang ia katakan).

Ya, dengan posisi teratas klasmen itu tak masalah rasanya jika ia berambisi naik level dalam setahun.

“Biasanya di sana kalian bisa naik level dalam jangka waktu 3 tahun minimal. Dengan prestasi seperti itu sih gw yakin setahun gw bisa naik,” dengan pedenya ia bercerita.

Namun memang terkadang hidup ini gak adil, semua rencana hanya matang di atas kertas dan canggih dalam angan. Hasilnya? Tidak ada kenaikan level apapun untuknya kala itu.
“Akhirnya gw ketemu sama Bos gw waktu itu. Karena gw gak terima, masa iya gw gak bisa naik level dengan semua prestasi itu?,” kenangnya.

Si Bos pun mengakui kalau CEO-ku memang berprestasi. “Waktu itu di bilang gini: saya akui, prestasi kamu bagus. Kamu fokus pada pekerjaanmu, ibarat kata kamu bisa mendapatkan klien hanya dengan tutup mata. Tapi itu saja gak cukup,” tambahnya.
Bosnya bos gw ini (rempong ya…ini bos yang mana. Ya pokoknya bosnya CEO-ku saat ia di Google) bilang, “Bukalah mata, lihat sekitar, kerjakanlah hal lain yang mungkin bukan pekerjaan utamamu. Ikutilah seminar, pelatihan, jadilah volunteer agar kamu lebih kaya, agar pengetahuan selain pekerjaanmu lebih banyak”

Kalimat itulah yang akhirnya ia bawa selanjutnya.

Mengikuti pelatihan, memberikan pelatihan, mengikuti pelatihan bagaimana presentasi sebaiknya dilakukan, menjadi volunteer. Semua mengantarkannya ke belahan dunia seperti, Tiongkok, India, Bangladesh (seingatku ini negara-negara yang ia sebutkan) dan beberapa negara lainnya. (Next siapapun sumber ceritaku, aku berjanji akan mencatat detailnya!!!).

Shortly, ia pun resign, mengundurkan diri dari kantor yang katanya memiliki lingkungan kerja yang sangat berperikemanusiaan itu.

Mengejar mimpinya, mengikuti cita-citanya: memiliki perusahaan sendiri.

“Ternyata gw naik level waktu itu, sayang gw keburu resign,” tambahnya.
Terakhir, kalimat ini yang menurutku membekas dari monthly meeting tempo hari itu: Anything you’re doing right now, will come back to you for sure.

Masih banyak kan di luaran sana, mungkin juga sebagaian besar dari kalian yang baca (Ini juga kalo ada yang baca blog ini) sering mendengar bahkan mengucapkan, “Ah, itu kan bukan pekerjaan gw, ngapain gw bikinitu, ngapain gw bantuin dia? Toh kan kerjaan gw udah selsesai,” atau “Mending tidur deh, ngapain ikut acara gituan, toh juga jauh dan gak dibayar,” saat ada kesempatan untuk menjadi relawan di kegiatan tertentu. Yahh banyak lagi sih contohnya.

Padahal, dengan membantu dan mengerjakan hal yang bukan tanggung jawab kita, bukannya pengetahuan kita akan hal lain tersebut jadi lebih banyak? Yang mungkin saja menjadikan hal tersebut sebagai bahan obrolan dengan gebetan atau siapapun yang mungkin kebetulan memiliki ekspertise di bidang itu? Jadi nambah temen deh.

Buat diriku, aku tidak peduli mau itu hanya keluar kantor, hanya ke kota seberang, hanya menghadiri seminar yang isinya mungkin sudah kukuasai, atau mungkin hanya sekedar menemani teman sekantor untuk menyelesaikan pekerjaan, as long as itu bertemu dengan orang baru, dan aku bisa mencuri cerita darinya, I would say Yes!
Keluarlah, curi pengetahuan dari mana saja.

Apapun yang kita lakukan, bersantai setiap hari, rajin membaca, apapun itu, pada akhirnya akan kembali lagi ke kita. Jangan mengharapkan Durian saat menanam bawang, atau berharap kaya saat gerimis saja membuatmu lelah.

Ya pada akhirnya, rezeki kan bukan hanya menggendutkan dompet dan membengkakkan saldo ATM, pengetahuan yang luas, kenalan yang banyak, pengalaman yang kaya juga merupakan sebuah rezeki.

screen-shot-2016-12-21-at-3-55-04-pm
source: Instagram: @cn_quote 

Nikmati saja.

Sukuri.

Jangan lupa lihat ke bawah, lihat ke pinggiran jalan, masih banyak yang masih memikirikan apakah bisa makan hari itu, bukan seperti kita yang kadang malah bingung mau makan apa.

Hari ini, ada cerita apa kalian?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s